• Jl. Stadion Maguwoharjo No.22, Sleman. DIY. 55584.
  • (0274) 884 662
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Dokumen Pendukung Peraturan dan Kebijakan Instansi
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Artikel
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
28 dilihat       20 Oktober 2026

Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern

Rilis Kementan, 20 Oktober 2026

Nomor: B-826/HM.160/7/10/2026


Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menyatakan siap mendukung Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam mempercepat transformasi pertanian nasional melalui penerapan teknologi modern, inovasi, dan riset untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Wamentan Alim menegaskan, upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan perlu ditopang oleh peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pertanian. Karena itu, ia akan mengawal pengembangan pertanian modern serta peningkatan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih, sesuai arahan Mentan Amran.

“Dari awal saya bersemangat dan tadi sudah mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang tugas saya untuk membantu Pak Menteri mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dua hal itu bisa dicapai melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan,” ujar Wamentan Alim dalam acara penyambutan dirinya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Wamentan Alim, transformasi pertanian membutuhkan penerapan sistem produksi modern yang didukung inovasi, penelitian, dan teknologi tepat guna. Pengembangan teknologi tersebut perlu terus dilakukan untuk menghasilkan metode budidaya yang lebih produktif dan efisien, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut pengembangan model pertanian modern yang telah diperkenalkan Mentan Amran menjadi salah satu pendekatan yang akan terus didorong. Implementasinya perlu dikawal bersama melalui pengujian dan pengembangan teknologi agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Pertanian modern hanya bisa dilakukan dengan inovasi, riset, dan teknologi tepat guna. Program yang sudah berjalan akan kita dorong bersama, termasuk meneliti kemungkinan adanya teknologi yang lebih baik. Produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare, bahkan lebih. Kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih berkelanjutan,” katanya.

Selain menjaga keberlanjutan swasembada beras, Wamentan Alim mengatakan peningkatan produksi kedelai dan bawang putih menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugasnya. Pengembangan kedua komoditas tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas areal tanam, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai aspek perlu diperkuat, mulai dari pengembangan varietas unggul, penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, hingga riset dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara Kementan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Untuk kedelai, orientasinya bagaimana kita mengurangi impor. Peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam menjadi hal penting. Begitu juga bawang putih, yang menjadi salah satu fokus tugas saya,” ujarnya.

Wamentan Alim menambahkan, perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki peran penting dalam mempercepat penerapan hasil penelitian di sektor pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan di berbagai daerah.

Ia ingin memperkuat hubungan antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha tani agar hasil riset tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan produksi dan efisiensi usaha tani.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan komoditas unggulan, optimalisasi lahan, pompanisasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya mengawal keberlanjutan swasembada beras pada 2026 sekaligus mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis lainnya. "Dukungan riset dan perguruan tinggi diperlukan untuk mempercepat inovasi serta memastikan program pemerintah memberikan dampak nyata di lapangan" ujar Mentan Amran.

Wamentan Alim menegaskan komitmennya untuk bekerja bersama seluruh jajaran Kementan dalam menjalankan arahan tersebut. Baginya, keberhasilan transformasi pertanian harus tercermin dari peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan kesejahteraan petani.

Dengan memperkuat pertanian modern, mengembangkan komoditas strategis, serta membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia penelitian, Kementan mendorong percepatan transformasi pertanian sebagai fondasi bagi swasembada pangan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Prev Next

- Ari Widya


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Panen PM-AAS di Gunungkidul, Produktivitas Padi Meningkat hingga 49 Persen
    29 Okt 2026 - By Ari Widya
  • Thumb
    BRMP DIY Dukung Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Nasional
    27 Okt 2026 - By Ari Widya
  • Thumb
    Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan
    23 Okt 2026 - By Ari Widya
  • Thumb
    BRMP DIY Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Nursery Benih Jambu Mete Di Gunungkidul
    23 Okt 2026 - By Ari Widya

tags

#BRMPDIY #PertanianModern #inovasipertanian #produktivitas #swasembadapangan

Kontak

(0274) 884 662
(0274) 4477052
[email protected]

Whatsapp : 085878438548

WEBSITE : diy.brmp.pertanian.go.id

BALAI BESAR PENERAPAN MODERNISASI PERTANIAN 
D.I. YOGYAKARTA

Jl. Stadion Maguwoharjo No 22, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Kode Pos 55584) www.diy.brmp.pertanian.go.id

BADAN PERAKITAN DAN MODERNISASI PERTANIAN
Jl. Raya Ragunan No. 29 Kel. Jati Padang, Kec. Ps Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Indonesia (Kode Pos 12540) www.brmp.pertanian.go.id

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan, Jakarta (Kode Pos 12550), indonesia www.pertanian.go.id

 

© 2022 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian D.I. Yogyakarta. All Right Reserved